Syarat Vaksin Bagi Ibu Hamil

dr Yason on

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang mempunyai risiko terinfeksi virus corona dengan faktor risiko yang cukup tinggi. Menurut CDC, ibu hamil yang terinfeksi virus corona memiliki risiko lebih tinggi untuk membutuhkan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) dan mempunyai risiko lebih tinggi untuk membutuhkan ventilator atau alat bantu nafas. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus corona juga mempunyai risiko terhadap kehamilannya seperti kelahiran prematur, sesar, bayi yang dilahirkan juga berisiko lebih tinggi untuk dirawat pada Neonatal Intensive Care Unit, dll. Oleh karena itu, untuk melindungi ibu hamil, pemerintah mulai memasukkan ibu hamil sebagai daftar prioritas penerima vaksinasi Covid 19.

 

Amankah vaksinasi covid 19 untuk bumil?

Pada bulan Juni, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah mengeluarkan anjuran agar ibu hamil menjadi salah satu target vaksinasi Covid 19 dan menurut surat Kementerian Kesahatan Republik Indonesia pada bulan Agustus, ibu hamil ditetapkan sebagai salah satu prioritas penerima vaksinasi Covid 19.

Namun apakah aman bagi ibu hamil untuk menerima vaksinasi?

Vaksin yang boleh diterima oleh ibu hamil melalui surat Kemenkes RI adalah vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna. Vaksin Pfizer dan Moderna adalah vaksin yang berbasis mRNA dimana vaksin tersebut tidak mengandung virus tetapi menggunakan komponen genetik yang sudah didesain untuk menyerupai genetik dari virus sehingga bisa memicu antibodi terhadap virus tersebut. Nah, ketika antibodi sudah terbentuk, maka komponen genetik tersebut akan hancur. Vaksin jenis ini sebenarnya cukup aman untuk ibu hamil dan menyusui serta mempunyai efikasi yang cukup tinggi yaitu 95%, tetapi keamanan dalam jangka panjangnya terhadap ibu hamil dan menyusui memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

Sementara vaksin Sinovac merupakan vaksin yang dibuat dari virus yang telah dimatikan dan vaksin jenis ini sebenarnya sudah digunakan sejak dahulu dan relatif aman untuk ibu hamil.

 

Syarat vaksinasi bagi ibu hamil

Adapun syarat untuk melakukan vaksinasi bagi bumil menurut surat edaran Kemenkes yaitu:

  • Usia kehamilan menginjak trimester kedua (lebih dari 3 bulan atau 13 minggu)
  • Tekanan darah <140/90 mmHg
  • Tidak ada tanda-tanda pre eklamsia seperti: kaki bengkak, sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati, dan tekanan darah >140/90 mmHg
  • Tidak memiliki riwayat alergi berat seperti sesak nafas, bentol, bengkak, atau gatal seluruh tubuh
  • Bagi ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit liver, penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut
  • Bagi ibu hamil dengan penyakit autoimun atau menjalani pengobatan autoimun seperti lupus, penyakit dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut
  • Tidak sedang menjalani pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk atau transfusi darah
  • Tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi
  • Tidak terkonfirmasi positif covid 19 dalam 3 bulan terakhir sebelum vaksinasi covid 19

Jika Anda berencana untuk melakukan vaksinasi, jangan lupa untuk berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda ya Bun, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Nantinya dokter kandungan Anda baru bisa menentukan keamanan vaksinasi bagi Anda
 

Pages