Manfaat Vitamin D Selama Pandemi

dr. Cindy on

Pada masa pandemi ini, tubuh kita membutuhkan tambahan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu vitamin yang saat ini sangat dikenal dan dicari masyarakat adalah vitamin D. Menurut beberapa laporan, vitamin D memang mampu mengurangi risiko dari infeksi covid 19, mempercepat pemulihan serta sebagai terapi suportif pengobatan covid 19. Namun, hal ini masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk memastikannya.

Selain itu, vitamin D juga sangat berguna untuk membantu regulasi kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh kita.

Sumber makanan yang mengandung vitamin D

Vitamin D dapat Anda peroleh dari beberapa makanan sehari-hari seperti:

  • Ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna
  • Kuning telur
  • Daging merah
  • Minyak hati ikan kod
  • Produk-produk yang sudah difortifikasi seperti susu sapi, susu kacang, jus jeruk, cereal ataupun oatmeal

Selain dari makanan, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dengan cara berjemur 10-15 menit setiap pagi hari ya.

Anjuran dosis vitamin D

Jika Anda merasa membutuhkan suplemen vitamin D, Anda tidak boleh sembarangan mengkonsumsi vitamin D di atas dosis harian yang sudah direkomendasikan karena justru bisa berbahaya bagi tubuh kita. Menurut dosis anjuran internasional, jumlah konsumsi vitamin D pada usia dibawah 70 tahun adalah 600 IU, sementara pada orang berusia di atas 70 tahun, dosis rekomendasinya adalah 800 IU.

 

Sebuah penelitian yang baru dipublikasikan pada Juni 2021, peneliti mengemukakan perbandingan pasien COVID19 yang mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis 1000 IU dan 5000 IU. Hasilnya didapatkan bahwa selama 2 minggu pemberian vitamin D 5000 IU memberikan hasil lebih baik dibandingkan pasien yang menerima vitamin D 1000 IU, dalam hal perbaikan gejala batuk dan hilang perasa (ageusia).

Namun, yang paling ideal adalah melakukan pemeriksaan kadar vitamin D sebelum memutuskan dosis mengonsumsi vitamin D. Dengan mengetahui hasil kadar vitamin D kita, maka kita bisa menentukan berapa dosis yang kita butuhkan sehari – hari. Jadi, tetaplah berkonsultasilah dengan dokter Anda karena tentunya dosis yang dibutuhkan setiap orang akan berbeda-beda.

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi ini perlu dibarengi dengan suplementasi vitamin K2. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko deposit kalsium di pembuluh darah tubuh (kalsifikasi). Selain kombinasi dengan vitamin K, vitamin D juga akan lebih baik bila dibarengi dengan suplemen Magnesium, karena Magnesium akan mengaktivasi vitamin D sehingga meningkatkan penyerapan di dalam tubuh.

 

Bahaya konsumsi vitamin D berlebihan

Mengkonsumsi vitamin D terlalu banyak dalam kurun waktu yang cukup lama bisa berbahaya bagi tubuh. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan kadar kalsium dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan kerusakan bagi organ tubuh kita seperti ginjal dan jantung. Selain itu, Anda juga bisa merasakan efek samping seperti mual muntah, sakit perut, lemah atau letih, sakit kepala, frekuensi berkemih meningkat serta rasa haus terus menerus.

Jadi, pastikan sebelum mengonsumsi vitamin D untuk melakukan pemeriksaan kadar vitamin D dan berkonsultasi dengan dokter Anda masing – masing ya.

Pages